Ini sedikit materi TEMATIK SD KELAS 4 SD IT AL FIRDAUS 2 SEMARANG oleh Fairuz Amin. download disini
14 February 2017
08 February 2017
PRABU YUDHISTIRA
Prabu Yudhistira/Puntadewa iku ratu ing Amarta (Ngamarta), Dasanamane:
Prabu Yudhistira, Darmakusuma, Darmaputra, Darmawangsa, Darmaraja,
Gunatalikrama, Sadha Dwijakangka, Sang Ajathasatru. Prabu Puntadewa iku putrane
Prabu Pandhu Dewanata lan Dewi Kunthi Nakibrata.
Garwane asma Dewi Drupadi, mbakyune dewi Wara Srikandhi, putrane
Prabu Drupada saka Negara Pancala. Saka Sang Prameswari Dewi Drupadi iki, Prabu
Puntadewa peputra kakung siji, kekasih Raden Pancawala.
Prabu Puntadewa ratu watak pandhita. Watake sabar lan ikhlas,
lila donya lila ing pati. Apa bae barang darbeke, yen ana sing njaluk mesthi
diparingake. Nadyan segenge pisan yen ana sing njaluk, mesthi dililakake.
Sajake urip ora tau ngapusi (goroh) lan ora nate perang. Sanadyan dipeksa
dening Prabu Kresna supaya kersa goroh kanggo kemenangane Pandhawa, nalikane
Pandhita Drona jumeneng Mahasenapati ing perang Bharatayuda, Prabu Puntadewa
tetep ora kersa. Prabu Puntadewa tetep ngendika jujur, “ingkang pejah
Hesthitama”. Mung olehe ngendika “Hesthi” lirih, “Tama”ne banter. Satemah dadi
jalaran Pandhita Drona bingung, lan bisa dipateni dening Raden Trusthajumena.
Amarga saking banget ngati –atine, ora kersa gawe seriking
liyan, lan ora kersa goroh, mula Prabu Puntadewa digambarake wong sing ludirane
seta. Saking sucine uripe.
Pusakane Prabu Puntadewa wujud kitab/buku, jenenge Layang Kalimasada
Pustaka Jamus. Prabu Salya klakon seda ing paprangan merga pusaka iki. Kejaba
iku, pusaka liyane wujud tumbak lan payung, jenenge tumbak Karawilang lan
payung Tunggulnaga.
Prabu Puntadewa kagungan pusaka arane jimat kalimasada. Prabu
Puntadewa kena diarani manungsa setengah dewa. Geneya Prabu Puntadewa diarani
setengah dewa amarga Prabu Puntadewa kagungan ciri-ciri kaya Dewa, kayata
Getihe putih, Sipate sabar, ora kagungan mungsuh, lan tansah tresna marang
karukunan.
Prabu Puntadewa iku ratu ing Amarta kang sabar lan mboten seneng
perang. Nalika perang gedhe Bratayuda, Prabu Puntadewa dipekso mandeg Senopati
tanding karo Prabu Salya saka Mandukara. Prabu Salya gugur, Prabu Puntadewa
kang unggul.
Raden Puntadewa inggih menika peranganing pandhawa ingkang sepuh
piyambak. Putra Prabu Pandhu. Narendra ing ngastina. Piyambakan kawentar
minangka putra ingkang saleh, jujur, sabar, tata krami, lila sregep, saha
mituhu. Seserepan ingkang dipuntamekaken prekawis agami. Pramila ingkang
dipunremeni prekawis kesaenan, kajujuran, sarta lila legawa. Minangka putra
pambarep Pandhawa tansah bekti kaliyan tiyang sepuh sarta sanget asihipun
dhumateng para rayi piyambakipun tansah momong para rayi kanthi raos asih.
Pramila Raden Puntadewa tansah dipuntresnani kaliyan para sesepuh, dipunajeni
kaliyan para rencang, saha dipunbekteni dening para ingkang anem. Awak-awakipun
kuning gumrining, dedeg lencir, saha ukuranipun tanggung. Pasuryanipun bagus
ules pethak mratandhani sucining manah.
Busana saha rerenggan ingkang dipunagem wujud gelung keeling. Sumping waderan, kalungmenggah, kelatbau nagamangsa, gelangkana ganda, ali-ali gunung sepikul, kampuh bathik limar lapis, kroncong ngrangenan.
Busana saha rerenggan ingkang dipunagem wujud gelung keeling. Sumping waderan, kalungmenggah, kelatbau nagamangsa, gelangkana ganda, ali-ali gunung sepikul, kampuh bathik limar lapis, kroncong ngrangenan.
19 January 2017
Kontrak TIK Kelas 8 dan 9 Semester 2
KONTRAK
TIK SEMESTER 2
SMP
KYAI AGENG PANDANARAN SEMARANG
TAHUN
AJARAN 2016/2017
Sekolah :
SMP KYAI AGENG
PANDANARAN
Kelas :
VIII (delapan)
Mata Pelajaran : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Semester : 2 (dua)
Standar Kompetensi : 2. Menggunakan perangkat
lunak pengolah angka untuk menyajikan informasi
|
Kompetensi
Dasar
|
Materi
Pembelajaran
|
|
|
2. 1. Mengidentifikasi
menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah angka
|
Tampilan
menu dan ikon:
Ø
Tampilan menu dan ikon pada menu bar
(file, edit, view, format, tool, data, window, help)
Ø
Tampilan menu dan ikon pada toolbar standard
Ø
Tampilan menu dan ikon pada toolbar formatting
Ø
Tampilan
menu dan ikon pada toolbar
drawing
|
|
|
2.2.
Menjelaskan fungsi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah angka
|
Fungsi
Menu dan Ikon
Ø
Fungsi menu dan ikon pada menu bar
(file, edit, view, format, tool, data, window, help)
Ø
Fungsi menu dan ikon pada toolbar standard
Ø
Fungsi menu dan ikon pada toolbar formatting
Ø
Fungsi menu dan Ikon pada toolbar drawing
|
|
|
2.3.
Menggunakan menu dan ikon pokok pada perangka lunak pengolah angka
|
Cara
menggunakan Menu dan Ikon
Ø
Cara menggunakan menu dan Ikon pada menu bar
(file, edit, view, format, tool, data, window, help)
Ø Cara menggunakan menu dan Ikon pada toolbar standard
Ø
Cara menggunakan menu dan Ikon pada toolbar formatting
Ø
Cara menggunakan menu dan Ikon pada toolbar drawing
|
|
|
2.4.
Membuat dokumen pengolah angka sederhana
|
Ø
Membuat dokumen baru
Ø
Pengaturan lebar kolom dan tinggi baris
Ø
Letak data
Ø
Pengaturan tampilan Border
Ø
Pengeditan kolom dan baris
Ø
Penyisipan Objek
Ø
Format Bilangan
Ø
Rumus dan Fungsi
Ø
Pengaturan Halaman
Ø
Mencetak dokumen
|
19 November 2014
SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI KALKULUS LANJUT 2 ROMBEL 2
Rombel 2 Kalkulus Lanjut 2, Pendidikan Matematika Unnes, menyusun soal dan pembahasan Mata Kuliah Kalkulus Lanjut 2 dari berbagai sumber. Jika Anda ingin mendownload soal dan pembahasannya, silakan klik [disini]
23 October 2014
11 October 2014
Analisis Instrumen Tes
A. Telaah dan Analisis Tes
Kesalahan pada subjek yang mengukur sering disebabkan bias atau subjektivitas dalam melakukan penilaian. Bias berarti merekan yang mempunyai kemampuan yang sama tetapi mempunyai hasil tes yang berbeda. Untuk mengatasi hal itu soal harus benar-benar dianalisis dan ditelaah.
a. Telaah Butir Tes
Telaah butir tes dilakukan terhadap tiga aspek yaitu:
1) Aspek materi
2) Aspek konstruksi
Berkaitan dengan teknik penulisan soal.
Setiap butir tes harus disusun berdasarkan dengan indikator yang terdapat pada kisi-kisi tes.
Teknik penulisan soal meliputi:
a) Panjang pilihan jawaban harus sama
b) Tidak ada petunjuk yang mengarah pada pilihan jawaban yang benar
c) Pilihan jawaban yang homogeny
d) Tidak menggunakan negative ganda
e) Apabila jawaban dalam bentuk angka, pilihan jawaban diurutkan dari yang kecil ke besar atau sebaliknya dari yang besar ke kecil.
3) Aspek Bahasa
Berkaitan dengan kekomutatifan/kejelasan hal yang ditanyakan. Hal ini dimaksudkan pemahaman peserta didik terhadap tes sama, tidak memiliki penafsiran yang berbeda.
Menggunakan tata Bahasa yang baik dan benar dan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
Kualitas butir tes juga dilihat dari tingkat berpikir yang diperlukan dalam mengerjakan soal.
Apabila digunakan taksonomi Bloom maka sebaiknya soal menggunakan banyak aspek pemahaman, aplikasi, dan analisis.
Butir tes yang memenuhi persyaratan dari aspek materi, konstruksi, dan Bahasa dapat dilanjutkan dengan uji coba. Hasil uji coba dianalisis untuk mengetahui parameter butir, yaitu tingkat kesulitan dan daya beda.
Penafsiran terhadap hasil uji coba tes berbeda Antara yangmenggunakan acuan norma dan yang menggunakan acuan kriteria.
B. Analisis butir tes acuan norma dan acuan kriteria
Tes acuan norma berasumsi bahwa kemampuan orang itu berbeda dan dapat digambarkan menurut distribusi normal. Jadi tes yang digunakan harus dapat memberi informasi tentang mereka yang mampu dan yang tidak mampu. Dengan kata lain tes yang digunakan harus memiliki daya beda yang tinggi.
Acuan kriteria berasumsi bahwa hamper semua orang bisa belajar apa saja namun waktunya yang berbeda. Penafsiran skor hasil tes selalu dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan lebih dahulu.hasiltes dinilai lulus atau tidak. Lulus berarti peserta didik memiliki kompetensi tertentu, tidak lulus berarti belum memiliki kompetensi tersebut. Acuan ini banyak digunakan pada pada bidang sains dan teknologi serta pada materi praktik.
Mardapi, Djemari.2012. Pengukuran Penilaian dan Evaluasi Belajar. Yogyakarta: Nuha Litera
10 September 2014
Pertemuan Kedua Database
Perkuliahan Database; masalah konsep
Apa perbedaan data dan informasi:
Fairuz: Data bagian dari informasi
Odi: Data berhubungan dengan angka, informasi tidak harus berupa angka
Elanda: Data masih mentah, kalau informasi sudah matang
Wahyu: Data berbentuk himpunan dari informasi
Fairuz: Data ada sumbernya, informasi belum tentu benar
Misal:
Nama: Odi, Fairuz, Elanda
Nilai: 99, 98, 97
Dari Pak Aziz
Nama: Odi, data atau informasi? Data
Nilai: 99 data atau informasi? Data
karena belum punya arti
Kemudian diberi contoh
No Nama Asal Nilai Mat Nilai Fis
1 Fairuz Purwodadi 90 90
2 Yosi Pekalongan 91 91
3 Elanda Salatiga 89 98
4 Atika Jepara 87 90
5 Siti A Cepu 90 89
Daftar Nama Mahasiswa
No Nama
1 Fairuz
2 Yosi
3 Elanda
4 Atika
5 Siti A M
Data Asal Mahasiswa
Asal
Purwodadi
Pekalongan
Salatiga
Jepara
Cepu
Dikasih klu:
Ditanya:
Nama
TTL
Nama Ayah
Alamat
Bersifat punya dari awal, atau mentah, atau fakta yang melekat di kenyataan saudara disebut data.
Kalau informasi ada prosesnya,
Jadi
No Nama Asal : data
Nilai : informasi
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Selamat pagi semua, materi limit fungsi trigonometri kita pelajari di kelas XII Matematika Peminatan (harus berminat ya :)), sebenarnya peng...
-
Inti daripada materi penerapan integral yang di bahas di bab ini adalah menuntut kita berpikir terbalik dan mencari nilai C terlebih dahulu...
-
Materi Eksponen di mata pelajaran matematika merupakan materi yang awal di pelajari di kelas X (Fase E) kurikulum merdeka tingkat SMA/MA/Sed...